Tunjukkan Gelangmu, Ajak Temanmu Bantu Anak Indonesia

Tahukah kamu, 4,3 juta anak tidak mendapatkan pendidikan sekolah dan 2,3 juta anak tidak bisa baca tulis, sebagian besar sekolah yang ditutup membuat risiko ini menjadi jauh lebih tinggi terutama bagi anak dari keluarga pra-sejahtera. Saatnya kamu tunjukkan Gelang Pendekar Anak UNICEF dan sebarkan pesan positif di sosial media! Ceritakan pengalaman kamu berkontribusi bantu pendidikan Anak Indonesia dengan menjadi Pendekar Anak bersama UNICEF. Ajak juga teman-temanmu untuk ikut berdonasi dan menjadi Pendekar Anak. Pendekar Anak Show Time!Saatnya Tunjukkan Gelang Pendekar Anak Milikmudan Ajak Temanmu Untuk Bantu Anak Indonesia Belum punya Gelang Pendekar Anak? Bergabunglah menjadi Pendekar Anak dan dapatkan Gelang Pendekar Anakdengan berdonasi Minimal Rp150.000/bulan SYARAT DAN KETENTUAN
Bantu Sekarang

Bantu #stopkekerasan pada 49 Juta Anak Indonesia | Donasi Perlindungan Anak bersama UNICEF Indonesia

Lebih dari setengah jumlah Anak Indonesia masih mengalami kekerasan fisik, seksual, ataupun emosional. Berbagai kekerasan didapat tidak hanya di rumah, lingkungan rumah, tetapi juga di sekolah. Untuk melindungi anak-anak yang paling rentan, berbagai upaya dilakukan oleh UNICEF bersama pemerintah, salah satunya adalah Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif (PKSAI). Dengan bantuan donasi Anda, kita bisa: Memberikan tempat yang paling aman untuk anak-anak korban kekerasan atau penelantaran Melindungi anak-anak yang tidak bersalah dari jeratan hukum yang tidak seharusnya Menggali dan menguatkan potensi anak dalam program pencegahan bully atau perundungan di sekolah Membantu anak-anak mendapat layanan dasar seperti Pendidikan, Kesehatan, dan layanan sosial lainnya.  Donasi sekarang untuk lindungi anak-anak dari ancaman kekerasan di sekitarnya. Adi adalah salah satu anak yang hidupnya terbantu berkat program PKSAI. Ia hampir tidak bisa melanjutkan Sekolah Menengah Pertama karena tidak memiliki akta kelahiran. Padahal tidak memiliki akta lahir bagi seorang anak sama saja dengan tidak mendapatkan layanan pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan sosial lainnya untuk melindungi mereka dari ancaman penelantaran dan kekerasan. Adi dibantu oleh Pekerja Sosial atau Peksos di PKSAI dan akhirnya mendapatkan akta kelahiran hingga bisa melanjutkan sekolah SMP. Anda bisa membantu menghentikan kekerasan pada anak, jadi Pendekar Anak sekarang juga dan lindungi hidup Anak-anak Indonesia
Bantu Sekarang

Donasi Sanitasi dan Akses Air untuk Anak Indonesia | UNICEF

20 Juta Orang Indonesia masih Buang Air Besar Sembarangan, hal ini berdampak pada tumbuh kembang anak. Tumbuh besar dengan sehat dibutuhkan sumber air bersih dan aman untuk digunakan, hal paling dasar dalam kehidupan. Diare karena air, sanitasi dan kebersihan yang buruk adalah penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun. Dampak lainnya termasuk kekurangan gizi dan stunting. Bersama UNICEF, donasi Anda akan membantu: Upaya perubahan prilaku untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan Implementasi program air minum yang dikelola dengan aman Promosi cuci tangan rutin pakai sabun di sekolah, fasilitas kesehatan dan tempat umum lainnya Memberi pelatihan kepada para sanitarian, tokoh kunci di desa, dan perangkat lainnya. Juga kesiapan dalam respon bencana alam untuk persediaan air, sanitasi, dan perilaku kebersihan sehari-harinya. Donasi sekarang untuk melindungi anak-anak dari bahaya kematian. Feby adalah salah satu anak yang akhirnya bisa mendapat akses air minum dan sanitasi di dalam rumahnya, sekarang Feby tidak perlu buang air besar sembarangan lagi. Sebelumnya orang tua Feby memiliki kendala keuangan untuk membangun toilet dan keran air di dalam rumahnya. Keluarga Feby dibantu oleh sanitarian yang ada di tingkat desa untuk akhirnya mendapatkan akses air minum dan sanitasi aman. Anda bisa membantu mengubah keadaan ini, jadi Pendekar Anak sekarang juga dan lindungi hidup Anak-anak Indonesia. 
Bantu Sekarang

PERTANYAAN UMUM

Temukan jawaban atas beberapa pertanyaan yang paling umum diajukan tentang UNICEF

HASIL UTAMA UNTUK ANAK-ANAK PADA TAHUN 2021

UNICEF bekerja sama dengan berbagai mitra pemerintah dan masyarakat sipil untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

  • Lebih dari 60 juta dosis vaksin COVID-19 dikirimkan, difasilitasi oleh UNICEF melalui COVAX.
  • 5,7 juta siswa dengan aman melanjutkan pembelajaran tatap muka terbatas di lebih dari 37 ribu sekolah.
  • 3,7 juta perempuan dan anak-anak menerima layanan kesehatan ibu dan anak.
  • Survei kualitas air yang mencakup 20.000 rumah tangga.
  • Kursus pelatihan e-learning pertama untuk petugas kesehatan dan non-kesehatan tentang penyuluhan mengenai pemberian makan bayi dan anak serta gizi.
  • Lebih dari 32.000 anak yang kehilangan orang tua mereka karena COVID-19 telah diidentifikasi.
  • Analisis Situasi Anak dan Remaja di Kota-Kota Indonesia.

PARA PENDEKAR ANAK

  • Saya merasa beruntung banget menjadi Pendekar Anak. Kurang lebih sudah 10 saya kenal UNICEF. Dengan sedikit yang saya punya, saya diberi kesempatan untuk membantu anak-anak. Selain itu walaupun saya tidak minta, saya diinfokan kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta dikirimkan foto-foto oleh UNICEF.
    Kharina Dhewayani
    Pendekar Anak sejak tahun 2009
  • Hadirnya program dari UNICEF dapat membantu anak-anak yang kekurangan di negeri tercinta ini. Melalui UNICEF, saya merasa terfasilitasi untuk berbagi dengan anak-anak kita.
    Wahyu Purwono
    Pendekar Anak sejak tahun 2015
  • Saya merasa sangat senang menjadi Pendekar Anak UNICEF karena kita bisa membantu anak-anak penerus bangsa untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik dari segi pendidikan dan sebagainya. Mengingat masih terdapat banyak anak-anak yang masih kesulitan mengakses pendidikan, saya pun merasa Pendekar Anak UNICEF ini merupakan suatu media untuk kita bisa membantu dan berbagi kepada mereka.
    Vanesia Ciayadi Kwang
    Pendekar Anak sejak tahun 2020
  • Saya sudah lama bergabung menjadi Pendekar Anak UNICEF. Menurut saya wadah ini benar-benar memperhatikan kebutuhan anak-anak dan balita di daerah terpencil yang belum terjangkau serta sangat membutuhkan bantuan. Saya sangat berterima kasih kepada para pengelola wadah ini yang selalu berusaha dan mau mencari anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan di manapun.
    Achmad Tobing Hidayat
    Pendekar Anak sejak tahun 2003